SIDDHI Surabaya

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Kesehatan Cuci Darah Bisa Dilakukan Sendiri

Cuci Darah Bisa Dilakukan Sendiri

E-mail Print PDF
Cuci darah yang harus dijalani oleh penderita penyakit ginjal kronis tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Penderita yang memenuhi persyaratan tertentu dimungkinkan menjalani cuci darah secara mandiri. Dalam istilah medis, cuci darah seperti ini disebut continuious ambulatory peritoneal dialysis atau lazim disingkat CAPD.
"Cuci darah dapat dilakukan sendiri karena di dalam perut manusia terdapat kantong peritoneum," kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (22/11).

Dibandingkan menggunakan mesin, cuci darah mandiri mempunyai beberapa kelebihan. Cuci darah mandiri lebih alami. Biayanya pun sedikit lebih hemat. Bila cuci darah dengan mesin menghabiskan biaya minimal Rp 6 juta per bulan, cuci darah mandiri "hanya" sekitar Rp 4,8 juta per bulan.

Ditinjau dari segi waktu, cuci darah mandiri tak menghabiskan banyak waktu dan lebih fleksibel. "Total hanya diperlukan waktu satu jam untuk memasukkan cairan pembersih ke dalam perut lalu mengeluarkannya. Selama proses cuci darah mandiri berlangsung, penderita bisa beraktivitas seperti biasa," jelas dr Djoko. Sedangkan pada cuci darah dengan mesin, selama proses cuci darah berlangsung, penderita harus berada di rumah sakit. Minimal selama lima jam.

Betapa pun cuci darah mandiri juga memiliki kekurangan. Penderita lebih rawan terkena infeksi bila kebersihan perut dan ruangan tidak terjaga. Untuk meminimalkan hal itu, ruangan penderita yang menjalani cuci darah mandiri tak boleh berlantai tanah maupun berkelambu.

Dijelaskan dr Djoko, seorang penderita penyakit ginjal kronis harus disarankan mulai menjalani cuci darah mandiri bila ginjalnya cuma bisa menyaring air kurang dari 15 cc per menit. Pada tahap ini, walaupun penderita masih bisa buang air kecil, racun yang dikeluarkan tidak dalam jumlah yang seharusnya. "Normalnya ginjal mampu menyaring air 100 cc per menit," tegas dokter ahli ginjal dan penyakit dalam itu.

Sebelum menjalani cuci darah mandiri, penderita akan menjalani operasi kecil untuk pemasangan kateter. Bentuknya seperti selang kecil dengan diameter 0,6 mm dan panjang sekitar 15 cm. Selang itulah yang difungsikan sebagai jalan keluar-masuknya air."Cara cuci darahnya, cairan pembersih dimasukkan ke dalam tubuh melalui kateter. Setelah lima jam air itu dikeluarkan lagi," jelasnya. (lee)
 

Powered by SIDDHI Team & CitraSoft Technologies